Thursday, August 17, 2017

Said Aqil Mengakui, Yang Teriak “Bunuh Menterinya” Adalah Warga NU



Beritaislamterbaru.org - Video demonstrasi santri menolak full day school ramai beredar di media sosial. Dalam aksinya, santri berteriak ‘bunuh menterinya sekarang juga’. Dalam aksinya para santri juga membawa atribut Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj pun angkat bicara. Dia mengakui mereka yaitu warga NU.

“Ya itu kan bawah umur masa iya mau dikontrol satu-satu ya enggak bisa. Tapi kita sudah berikan pengarahan,” kata Said Aqil, di Jalan Kramat 6 Nomor 14, Jakata Pusat, Senin (14/8).

Sementara soal banyaknya santri yang demo menolak full day school, Said mempersilakan mereka demo.

“Iya biarkan saja mereka demo tapi kan enggak anarkis, Ya demo kan episode dari aspirasi,”

Menurutnya, para santri demo sambil membawa bendera NU lantaran merasa tergusur dengan adanya full day school.

“Karena yang akan tergusur itu kebanyakan madrasah yang dikelola oleh NU jumlahnya itu 76 ribu di Indonesia ini,” ujarnya.

Selain itu, Said juga merasa tidak yakin agenda full day school akan cocok bagi para siswa dan santri madrasah dan pesantren. Sebab setelah sekolah reguler dari pagi sampai siang, mereka masih harus menjalani aktivitas madrasah di sore harinya.

“Sekolah lima hari itu akan menggusur madrasah yang telah ada di masyarakat itu ada SD ada madrasah ada masjid. Pagi sekolah di SD afternoon sekolah di madrasah. Saya yakin enggak akan diterapkanlah. Itu saya sudah minta itu dicabut,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, agenda yang biasa dikenal dengan Full Day School (FDS) ini juga memicu agresi demo para santri. Mereka menolak agenda FDS yang sudah tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tersebut diberlakukan dan menuntut segera dibatalkan.

Dalam aksinya, para santri berbaju kok dan sarung itu membentangkan spanduk dan membawa bendera seraya meneriakkan takbir serta memekikkan ucapan “bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga. [sp]

No comments:

Post a Comment