
Beritaislamterbaru.org - Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menilai, penjajahan Belanda terhadap Indonesia selama 350 tahun, ada sisi positifnya. Sisi positifnya itu, Indonesia memiliki tatanan pengelolaan irigasi yang baik. Sehingga, areal persawahan bisa teraliri air dikala ekspresi dominan kemarau. Serta, dikala ekspresi dominan penghujan bisa meminimalisasi kebanjiran. Tak hanya itu, alasannya ialah penjajahan Belanda ini, pemerintahan Indonesia punya aset dengan hamparan tanah yang luas (perkebunan).
“Kita seharusnya berterima kasih kepada Belanda. Karena kita memiliki tatanan irigasi yang baik dan aset pemerintah yang luas,” ujar Dedi, (14/8), menyerupai dilansir Republika.
Jadi, penjajahan selama 3,5 kurun tersebut ada sisi positifnya. Tidak melulu negatif. Jika tak di jajah Belanda, lanjut Dedi, Indonesia belum tentu mengerti akan tatanan pengelolaan air. Termasuk, membuat pintu-pintu untuk mengatur keluar-masuknya air ke areal persawahan.
“Pintu air buatan Belanda itu, awet. Karena, bisa berusia lebih dari 50 tahun. Bahkan, hingga sekarang pun sisa peninggalan Belanda itu masih ada di setiap terusan irigasi,” ucap dia. Akan tetapi, sekarang ini, pintu dengan kondisi yang masih baik, bisa dihitung jari. Selebihnya, dalam kondisi rusak. Akibat tidak dipelihara.
Tak hanya tatanan air, Belanda juga mewariskan bagaimana negara memiliki aset kekayaan. Maka, dibentuklah perkebunan-perkebunan yang sekarang menjadi perusahaan BUMN. Jika tak ada perusahaan milik negara ini, bisa jadi tanah-tanah perkebunan yang luas itu dikuasai perorangan ataupun kelompok. Lalu, seiring dengan berjalannya waktu, tanah itu dijual ke swasta.
“Jadi, jikalau tak ada Belanda, negara bisa jadi tak memiliki aset apapun. Karena itu, pada HUT RI ke 72, kami mendoakan semoga perusahaan BUMN jangan hingga merugi. Karena, perusahaan itu milik negara,” ujarnya.
[peka/www.beritaislamterbaru.org]
0 Response to "Waduh! Dedi Mulyadi: Indonesia Seharusnya Terima Kasih ke Belanda"
Post a Comment