
Tragis! Garam Impor Masuk Jabar, 1.000 Ton Garam Petani tak Terjual
Beritaislamterbaru.org - Masuknya garam impor tak hanya menurunkan harga garam di tingkat petani. Namun, eksistensi garam impor juga membuat sedikitnya 1.000 ton garam milik petani garam di Kabupaten Cirebon dan Indramayu tak laku terjual."Petani gres saja menikmati tingginya harga garam selama dua pekan, tapi tiba-tiba masuk garam impor,'' ujar Ketua Asosiasi Petani Garam (Apgasi) Jabar, M Taufik, ketika rapat koordinasi menyikapi kelangkaan garam, di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa (15/8).
Pada tamat Juli sampai awal Agustus, harga garam mampu mencapai Rp 3.500 – Rp 4.000 per kg. Garam petani pun menjadi rebutan para pembeli yang datang pribadi ke tambak garam.
Namun ketika ini, harga garam di tingkat petani rata-rata mencapai Rp 1.500 per kg dan sulit terjual. Petani garam menduga, kalangan industri menahan pembelian garam sebab menunggu harga garam kembali murah menyerupai sebelumnya.
Taufik mengakui, impor garam memang masih diharapkan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Namun, ia meminta biar impor garam itu diatur waktunya. "Impor garam jangan dilakukan ketika petani sedang panen raya garam. Saat ini garam sudah banyak," tegas Taufik.
Sementara itu, rapat soal garam tersebut dipimpin Kabid Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kementrian Koordinator Kemaritiman, Hamka. Rapat untuk menghimpun masukan soal pergaraman itu mengundang petani garam, Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia (APGI) Jabar, Cucu Sutara, dan perwakilan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Dalam rapat itu, petani garam meminta pemerintah merevisi harga pembelian garam menjadi Rp 2.500 per kg. Pada kesempatan tersebut juga mencuat bagan resi gudang sebagai salah satu solusi mengatasi fluktuasi harga dan pasokan garam sebab faktor isu terkini maupun impor.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia (APGI) Jabar, Cucu Sutara, membantah dugaan petani yang menyebutkan bahwa kalangan industri sengaja tidak menyerap garam petani. Dia menyatakan, pembelian garam juga tergantung jaringan. "Kalau jaringannya luas, pasti terbeli," tukas Cucu.
Cucu menambahkan, kebutuhan garam nasional ketika ini mencapai 4,2 juta ton per tahun. Sedangkan produksi garam dalam negeri hanya 1,9 juta ton per tahun dari lahan seluas sekitar 26.024 hektare.
[RI/www.beritaislamterbaru.org]
0 Response to "Tragis! Garam Impor Masuk Jabar, 1.000 Ton Garam Petani tak Terjual"
Post a Comment