
Beritaislamterbaru.org - Usai insiden penganiayaan dan pembakaran terhadap terduga pencuri amplifier di musholla di Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (01/08) lalu, banyak sekali pinjaman dan dukungan mengalir pada keluarga yang ditinggalkan.
Terlebih, almarhum Muhammad Al-Zahra alias Zoya meninggalkan seorang bocah balita dan istri yang tengah hamil muda. Simpati yang mengalir membuat banyak orang mengadakan event dan donasi terbuka untuk keluarga Zoya.
Terkait hal itu, jawara Bekasi, Damin Sada menyayangkan jikalau kesempatan menyerupai ini disalahgunakan untuk kepentingan politik atau hal-hal yang tidak pantas lainnya.
” Ya saya gak tahu ada unsur apa, itu mah urusan mereka masing-masing, Kalau benar ada terjadi menyerupai itu, ya kami sayangkan. Jika terjadi, ya kan gak boleh menyerupai itu, kita kan lihat apa adanya kasus ini, jangan hingga dibuat politik,” ujarnya pada Kiblat.net, di Islamic Center, Jl Ahmad Yani, Bekasi, Ahad (13/08).
Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh politik telah berkunjung ke rumah Zoya dan memberikan bantuan. Di antaranya yaitu Politisi PDI P Rieke Dyah Pitaloka, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
Lukman dan Dedi pada Senin (07/08) lalu, berbarengan mengunjungi rumah Zoya. Ini diungkapkan Dedi di laman Facebook miliknya.
Di akun sosial medianya, Dedi mengatakan, Menteri Agama Lukman Hakim akan menanggung biaya pendidikan anak Zoya hingga sekolah tinggi tinggi. Sedangkan Dedi dan rekan-rekan akan menanggung biaya hidup istri beserta belum dewasa Zoya.
Sebagaimana diketahui, Dedi dan Rieke akan bertarung dalam arena pertarungan Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada tahun 2018 mendatang. [kn]
0 Response to "Parah, Tragedi Berdarah Ampli Malah Kaprikornus Ajang Cari Muka Untuk Politik"
Post a Comment