
Nah! Amerika Lobi Mendagri biar Bayar Utang E-KTP Rp70 Triliun
Beritaislamterbaru.org - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, ia pernah bertemu dengan eksekutif utama PT Biomorf yang datang eksklusif dari Amerika Serikat, bersama pengusaha dari Indonesia.Namun dalam pertemuan tersebut, Tjahjo mengaku tidak mengetahui apakah, Johannes Marliem ada dalam rombongan kelompok tersebut.
"Saya tidak dalam posisi menjelaskan itu, Saya tidak kenal," kata Tjahjo dalam program Indonesia Lawyer Club (ILC) dengan tema Misteri di Balik Kematian Johannes Marliem, Selasa 14 Agustus 2017.
Menurut dia, pertemuan itu dilakukan untuk mengkonfirmasi berapa dan apa bekerjsama yang terjadi, sampai berapa bekerjsama jumlah utang dalam kasus e-KTP. Hingga terungkap tunggakan mencapai Rp70 triliun.
"Saya lapor ke Presiden ada utang di kantor Saya. Menteri Keuangan mengatakan tidak mungkin melaksanakan penganggaran ulang," katanya.
Karena pembayaran sudah dilakukan pada konsorsium. "Kalau mau menagih silakan ke konsorsium. Negara sudah menganggarkan," ucapnya.
Bahkan menurut politikus PDIP ini, perwakilan pemerintah Amerika juga ikut melobi dirinya biar pemerintah membayar utang e-KTP. "Tolong dibayar, jikalau enggak 70 juta, setengahnya. Sampai ada yang bilang 50 persennya terserah Pak Menteri," katanya sambil tersenyum.
Menurutnya hal tersebut tidak mampu dilakukan lagi, alasannya hasil rapat dengan para menteri dan Presiden, Kemendagri tidak boleh lagi menganggarkan pembayaran utang e-KTP.
Biomorf yaitu perusahaan yang menyediakan produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1. Produk ini yang digunakan dalam e-KTP, kawasan Johannes Marliem bekerja.
[VCC/www.beritaislamterbaru.org]
0 Response to "Amerika Lobi Mendagri biar Bayar Utang E-KTP Rp70 Triliun, Uang e-KTPnya Dikorupsi Rame-rame"
Post a Comment